olah rasa

Curahkan Uneg-uneg anda di sini tentang problematika hidup, ataupun pengalaman-pengalaman dalam pendakian (petualangan ) Rohani, Supaya saudara-saudara yang lain bisa memberikan saran, nasehat atau memetik hikmahnya.
Menempuh perjalanan Rohani kuibaratkan seperti menentang arus sungai , dimana sungai itu tengah berada dalam banjir besar. Sungguh berat sekali, banyak hal-hal yang harus dijumpai dan harus dialami, dimana kadang bertentangan dengan rasa, aduh tolong saudaraku berikanlah nasehat-nasehat untukku
Kekadang hidup ini melawan arus, untuk sampai kepada DIA yang ESA. Di bawanya kita untuk diperkenalkan akan kekuasaanNYA and KeindahanNYA agar kita akan bersama DIA senantiasa tanpa bergantung kepada selain NYA. Kekadang berat tanggungan kita rasanye disebabkan masih ada lagi ke AKU an pada diri kita, lepaskan semua keberadaan kita dan bulatkan hati kita yang jernih itu kedalam pelukkan NYA.
Aku kata begini kerana aku juga merasai sebagaimana payah mengharungi perjalanan kerohanian ini. Ibarat buah durian, selama ini aku cuma mencium baunye yang sedap dan berbagai ceritanye yang sungguh enak..tetapi bila aku berpeluang memegang dan merasainye sendiri baru ku tahu untuk menikmatinye bukan seperti yang ku dengar dahulu tapi dengan bimbinganNYA dan mereka yang sudah melaluinya, akhirnya dapatlah aku merasai kenikmatan kemanisan isinya. Kalau diingatkan kembali akan kesakitan dari durinya hendak rasanye aku tinggalkan buah durian ini.
Tetapi saudara ku ingatlah akan dikau kata-kata tuhan AKU
“Tiada sesuatu yang bergerak kecuali AKU yang gerakkan”
“Jika sekiranya seseorang itu aku bagi pertunjuk,tiada siapa yang dapat menyesatkan dan sekiranya seseorang itu AKU sesatkan, tiada sesiapa yang boleh menolongnya”.
Maka dengan itu, teruskanlah langkah mu saudara ku, kerna DIRIMU dan DIRIKU dari sumber yang SATU, DIA lah yang maha KUASA dan lagi maha BIJAKSANA .
berolah rasa….berolah jiwa dan berolah raga…ketiga itu mesti satu kesatuan…

tanpa kesatuan itu akan terdapat kekurangan dalam menempuh jalan yang Esa……
saya pernah mengalami berbagai kepahitan dan kesenangan dalam hidup….tapi itu saja tidak akan cukup tanpa ilmu , ilmu tidak bisa datang sendiri (kecuali terkehendaki oleh Allah SWT)…maka menuntu ilmu itu penting….dan pengamalannya lebih penting…
terkadang dengan dzikir dan pikir belumlah cukup menentramkan hati yang gelisah…tercukupinya lahir bathin itu suatu kemestian….
keseimbangan hidup yang selalu saya cari…belumlah tercapai….ada yang mau sharing…
Keluarkan Jiwa mu dari Raga mu, jangan kau penjarakan jiwa itu didalam raga mu tapi jangan kau lemparkan raga mu nanti musnah segalanya akibat pancaran cahaya mu yang juga cahaya KU.
Syurga neraka itulah Kepahitan dan kesenangan mu di dunia ini, kapaikan kata kata KU…”Para wali-wali KU mendapat dua syurga iaitu syurga didunia dan juga syurga diakhirat. Kata-kata KU bukan omong-omong kosong tapi ada rahsia disebalik tabir hijabKU pada mu yang perlu kau hurai dan engkau jejaki.
Tidak aku katakan Ilmu itu tidak penting tetapi sama-samalah kita mencari yang hakiki dan abadi yang memiliki gedung-gedung NYA pasti. Sepertimana hidup didunia, usah mencari kenalan dari bangsa menteri-menteri disesuatu negeri tetapi berkenalanlah terus dengan Presidennya sendiri yang berkuasa lagi maha mengetahui kerana IAnya sahaja yang memegang kunci-kunci gedung-gedung di negeriNYA sendiri.
Disana mungkin kita bisa lebih saling mengenal, karena disana saya juga menerangkan siapa diri saya ini, serta silsilah saya dari Sunan Kalidjaga, Paku Buwana IX, dan Hamengku Buwana I, semua saya uraikan dengan cukup lengkap ( dengan keterbatasan wahana tentunya, sehingga sebatas itu yang bisa diungkap ). Bersumber dari silsilah yang ada pada saya dan saya jaga, yang telah diresmikan, terutama oleh pemerintah, dan juga pemerintah Hindia Belanda waktu itu.

Disana ada halaman tempat ngangsu kaweruh Jawa-Kejawen, Buddha-Dharma.
Nanti juga akan saya tambahkan ‘pengalaman spiritual’, termasuk pengalaman saya ketika pada usia 5 tahun bersamadhi dan mendapatkan KERIS PANEMBAHAN SENAPATI yang datang menancap ke lantai di depan saya samadhi. Sekarang keris itu masih saya simpan, saya jamasi, saya beri warangka emas.
Dulu juga saya punya keris KYAI SENGKELAT, tapi disimpan oleh Ketua HPK seluruh Indonesia pada tahun 1994.
by.royrastafara@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s