appendiksitis

APENDIKSITIS
• Apendiks (appendiks Vermiformis) terletak posteromedial dari caecum pada regio perut kanan bawah.
• Apendiks termasuk organ intra peritoneal. Walaupun kadang juga ditemukan retroperitoneal.
• Organ ini tidak mempunyai kedudukan menetap di dalam rongga perut (rongga peritoneal).
• Panjangnya 5 – 10 cm dengan berbagai posisi (retrocaecal, pelvical, dll)
• Walaupun sangat jarang kadang dijumpai pada regio kiri bawah.
• Mendapat aliran darah dari cabang arteri ileocaecal yang merupakan satu-satunya feeding arteri untuk apendiks, sehingga apabila terjadi trombus akan berakibat terbentuknya ganggren dan berakibat lanjut terjadinya perforasi apendiks.

APENDISITIS AKUT
Adalah : radang pada jaringan apendiks
• Istilah apendisitis pertamakali diperkenalkan oleh Reginal Fitz pada tahun 1886 di Boston.
• Morton pertamakali melakukan operasi apendektomi pada tahun 1887 di Philadelphia.
• Apendisitis akut pada dasarnya adalah obstruksi lumen yang selanjutnya akan diikuti oleh proses infeksi dari apendiks.
• Penyebab obstruksi dapat berupa :
– Hiperplasi limfonodi sub mukosa dinding apendiks.
– Fekalit
– Benda asing
– Tumor.
• Adanya obstruksi mengakibatkan mucin / cairan mukosa yang diproduksi tidak dapat keluar dari apendiks, hal ini semakin meningkatkan tekanan intra luminer sehingga menyebabkan tekanan intra mukosa juga semakin tinggi.
• Tekanan yang tinggi akan menyebabkan infiltrasi kuman ke dinding apendiks sehingga terjadi peradangan supuratif yang menghasilkan pus / nanah pada dinding apendiks.
• Selain obstruksi, apendisitis juga dapat disebabkan oleh penyebaran infeksi dari organ lain yang kemudian menyebar secara hematogen ke apendiks.

Created by: Ahmad Rofiq. Dapat diakses via http://www.rofiqahmad.wordpress.com
Klasifikasi Apendisitis
Ellis membagi apendiks menjadi :
1. Apendisitis akut tanpa komplikasi/ perforasi.
2. Apendisitis akut dengan komplikasi/ perforasi (peritonitis, abses/ infitrat)

GEJALA KLINIS :
• Nyeri perut periumbilikal kemudian menetap di kanan bawah.
• Anoreksia, mual muntah.
• Obstipasi, diare
• Disuria.
• Demam

PEMERIKSAAN FISIK
• Nyeri tekan Mc. Burney
• Rovsing sign, Psoas sign, Obturator sign

LABORATORIUM :
• Lekositosis, lekosit > 10.000 /mm3
• Netrofilia.

DIAGNOSIS :
• Gejala klinis
• Laboratoris.
• X-rays
• USG.
• Ct scan

TERAPI :
• Apendektomi terbuka
• Laparoskopi apendektomi

Created by: Ahmad Rofiq. Dapat diakses via http://www.rofiqahmad.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s